Semasa SMA, aku selalu
mendapatkan kelas dengan beragam teman yang asik, dengan berbagai karakter,
wali kelas yang asik juga, serta berbagai guru mata pelajaran yang tak kalah
asik, terutama-matematika-.hehee
**
Masa SMA kuawali dengan
menginjak kaki dikelas X.1 atau Ruang Belajar Sosiologi, kelas ini terletak di
posisi yang sangat strategis, dekat kantin dan juga dekat wc, hehee.
Hari pertama masuk, seperti biasa, rata-rata kami belum saling mengenal, hanya ada beberapa temanku yang kebetulan satu sekolah ketika masa SMP.
Hari pertama masuk, seperti biasa, rata-rata kami belum saling mengenal, hanya ada beberapa temanku yang kebetulan satu sekolah ketika masa SMP.
Kahfi namanya, dia teman
pertamaku ketika MOS (Masa Orientasi Sekolah) dilaksanakan, disusul Qory dan
Dede.
Aku bingung kenapa masa-masa
sekolah dulu seperti lewat saja bagiku, hampir tidak ada kesan yang membuat aku
selalu rindu masa sekolah, hanya ada beberapa momen yang aku rindukan.
![]() |
| Ketika masih muda.. |
**
Lanjut di kelas XI.
Dikelas XI, mulai banyak
momen-momen yang pantas dikenang sepanjang nafas umat manusia dibumi.
Dikelas XI ini aku
mendapatkan kelas yang pertama lagi, ditambah embel-embel IPA, keren sekali
rasanya. XI. IPA. 1. Salah seorang temanku mengusulkan nama SEPATU sebagai nama
gaul kelas, (Se)belas I(PA) Sa(tu).
Seorang guru mengatakan,
kelas XI merupakan masa-masa emas ketika berada di SMA, ketika X SMA kita
disibukkan beradaptas dengan lingkungan, dan ketika kelas XII kita disibukkan
oleh ujian demi ujian yang akan datang. Benar juga kata pak guru tersebut,
Dikelas inilah, beberapa orang sahabat mulai kudapatkan.
Dikelas ini, kami layaknya
penguasa sekolah. Kami mulai menjadi anggota-anggota inti dari masing-masing
organisasi, mulai dikirim dengan aktif ke berbagai olimpiade, festival, lomba
olahraga dan lainnya.
Kami merasa benar-benar
hidup, hehee.
![]() |
| Yess, masuk tv juga akhirnya.. |
![]() |
| Maket made by Sepatu |
![]() |
| Maket made by Sepatu |
![]() |
| Maket made by Sepatu |
**
Seperti sebelumnya aku
kembali mendapatkan kelas pertama, XII. IPA. 1. Awal masuk dikelas ini aku dan
temanku merasa khawatir dengan keadaan kelas, di kelas ini semua temanku yang
lain rata-rata masuk 8 besar kelas sebelumnya. Kami khawatir peringkat kami
yang sudah susah payah dipertahankan akan jatuh jauh kebawah. Beberapa teman
yang mungkin lebih khawatir, mulai melapor pada guru yang berwenang, tapi
beliau menanggapi, jalani saja dulu.
Setelah beberapa minggu, kami mulai terbiasa dengan sistem persaingan dikelas yang katanya berisi bintang kelas. Kami sepakat untuk memberi nama gaul kelas kami dengan d’Basist, Bersama dua belas ipa 1.
Setelah beberapa minggu, kami mulai terbiasa dengan sistem persaingan dikelas yang katanya berisi bintang kelas. Kami sepakat untuk memberi nama gaul kelas kami dengan d’Basist, Bersama dua belas ipa 1.
Ketika awal semester, kelas
kami hampir tidak sepenuhnya aktif belajar, mulai dari berbagai Universitas
yang sosialisasi ke sekolah, ataupun mengikuti berbagai tes masuk ke sekolah
tinggi.
Kelebihan ketika duduk kelas
akhir ialah, hampir satu kelas kami merasa kompak dan klop. Mungkin karena udah
mendekati bulan Ujian. Yups, Ujian demi ujian hampir dilaksanakan lebih dari
satu bulan. Mulai dari ujian praktikum, disusul ujian sekolah, dan ditutup oleh
ujian nasional.
Semua merasa deg-degan,
tertekan, dan dalam kebingungan. Jika tidak lulus, bagaimana. Jika lulus akan
kemana. Well, pikiran kami terpecah belah, bahkan semakin dekat ujian, senyuman
di wajah kami mulai bertukar dengan kecemberutan.
Ketika semua pelajaran telah
kami habiskan, sekolah hanya diisi dengan membahas soal demi soal yang harus
kami habisi.
Tapi, buah kerja keras kami
selama tiga tahun di SMA tidak sia-sia, sekolah kami lulus dengan 100%. Artinya
tidak ada temanku yang tertinggal J
Tapi, setelah ini, kami
mulai mencari jati diri yang sebenarnya. Ada beberapa teman yang melanjutkan ke
Perguruan Tinggi, ada yang merantau jauh, ada yang bekerja terlebih dahulu
kemudian sekolah lagi, ada juga yang bersiap menghadapi tes masuk kepolisian. Setelah
hari itu, kami tidak pernah bertemu dengan lengkap seperti ketika masa sekolah
dulu. Hanya taman depan kelas yang menjadi bukti bahwa kami pernah sekolah di RSMABI 2 Prabumulih.
![]() |
| Almamater SMA |
Selalu ada cerita ketika SMA.
#kapan-kapan, akan kutulis
lebih lengkap J







.jpg)





.jpg)




















